Saturday, 14 July 2018

Melalui surat ini, aku ingin berterimakasih kepadamu

Terimakasih atas segala pelajaran yang kupelajari darimu, terutama tentang rasa suka. Seperti apa yang pernah kubilang dulu 'aku yang salah', memang aku salah karena menaruh harap kepadamu. Aku jadikan niat hijrahku karenamu, dan aku menutupi banyak hal untuk menjadi yang terbaik bagimu.

Dan aku telah sadar sekarang, bahwa hidupku masih panjang. Masih banyak hal yang ingin ku explore, dan aku memang bukan orang yang bisa menetap lama untuk saat ini. Diriku saat ini bukanlah versi terbaik, dan masih banyak sekali hal yang perlu kuperbaiki.

Aku sudah melepaskanmu, terhitung semenjak pertemuan terakhir kita di malam itu. Aku memang sudah berjanji pada diriku untuk bertemu terakhir kalinya sebelum aku berubah. Dan ya, aku berusaha menepati janji yang kubuat sendiri.

Walaupun cerita itu penuh sakit dan air mata seperti perempuan yang lain, aku ikhlas. Bahkan aku tidak tahu cinta itu apa. Aku hanya berprasangka dan menduga-duga bahwa rasa itu pernah ada ketika melihat dirimu.

Aku ingin kau bahagia. Tidak ada rasa lain selain itu saat ini.

Aku tidak tahu apakah aku bisa menyapamu seperti dulu; bukan karena kamu salah. Hanya saja aku butuh waktu.

Teruslah seperti dirimu yang sering kulihat di masjid sekolah, seseorang yang memberi motivasi untuk terus berprestasi dan membanggakan. Teruslah seperti itu.

Kamu pantas mendapatkan yang terbaik, mas.

No comments:

Post a Comment